Sabtu, 25 September 2021

SILSILAH KETURUNAN RADEN

 

SILSILAH KELUARGA

 

BUPATI I POERWOREJO menikah dengan anak dari RADEN TUMENGGUNG DIPODIRJO

 

Kemudian dikaruniai 7 orang anak

I.                    Prabu Nunding Pamekas Pajajaran

II.                  Raden Tumenggung Dipodirjo I bin Prabu Nunding Pamekas Pajajaran

III.                Raden Dipodirjo II

IV.                Raden Ngt Tumenggung Kasan Munadi

V.                  Raden Ngt Kertopati Patih Kutoaijo

VI.                Raden Ngabei Ronggo Kromotirto Wonosobo

VII.              KH Raden Unus Irsyad Pengulu Loano

Anak kelima mereka RADEN NGT. KERTOPATI PATIH KUTOAIJO

Memiliki 10 orang anak yaitu :

1.      Raden Kertowijoyo

2.      Raden Ngt Kertodirjo

3.      Raden Ngt Cokrowilogo

4.      Raden Ngt Sayid Ali

5.      Raden Ngt Cokromangunjoyo

6.      Raden Ngt Jayadi

7.      Raden cokrodiatmojo

8.      Raden Ngt Pringgodijoyo

9.      Raden Reksosaputro

10.  Dr. Raden Suwardjo

Anak ketiga yang Bernama RADEN NGT COKROWILOGO memiliki 16 orang anak, anak kedelapan Bernama RADEN AJENG ILIK

Raden Ajeng Ilik menikah dengan seorang veteran Bernama SUPANGAT mereka dikaruniai 5 orang anak, yaitu:

1.      Raden Irman

2.      Raden Munjaimah

3.      Raden Zainal Usman

4.      Raden Susiadi

5.      Raden Suseno

Zainal Usman Menikah dengan seorang Guru Ngaji yang Bernama Siti Rokhaniyah, mereka dikaruniai 2 orang anak yaitu:

I.                    Raden Ajeng Jumi Arianti, SE

II.                  Raden Ajeng Agustina Dewi Astuti, S.Pd

Keluarga ini memiliki guru yaitu Sunan Gesing yang merupakan Anak murid dari Sunan Kalijaga. Mereka mempelajari ilmu Kesempurnaan Jiwa yang mana ilmu itu membuat keturunan Raden memiliki sikap kepemimpinan yang Tawadhu tidak tergiur oleh harta dunia yang mereka pikirkan adalah kesejahteraan masyarakat.

Keturunan Raden sering disebut darah biru, maksud dari darah biru adalah manusia yang tidak suka mencari keributan tapi mereka menegak kebenaran, adil untuk semua, tidak suka dihormati, dan ramah dengan rakyat kecil. Tetapi keturunan ini banyak yang membenci karena kehormatan mereka, akhirnya di Zaman sekarang keturunan dari mereka menyamar menjadi rakyat biasa yang mana tidak suka dihormati agar tidak ada yang iri dengan anak, istri, cucu, serta cicit mereka. Orang-orang berdarah biru inilah pemimpin adil untuk negeri ini. Sekarang susah untuk ditemui karena negeri kita terlalu lama bergelimangan dalam kebohongan. Dari keturunan inilah pemipin yang adil berada.

 

Kamis, 19 Agustus 2021

Tinta Puisiku

 BAIT KATA MALAM KEMARIN

(Agustina Dewi Astuti)

 

Aku tak tahu harus menuangkan kemana

Tuhan, langkahku kali ini goyah

Aku tak ingin selemah ini

Aku ingin tangguh seperti Maryam

Kuatku sekarang menjadi retak

Diamku menjadi sendu bagiku

 

Aku tak ingin suaraku melemah

Aku tak ingin kuatku menjadi patah

Tuhan…

Aku percaya kekuasaanMu

Ini hanya soal waktu

Tuhan…

Bantu aku berdiri tangguh

Bantu aku menguatkan diriku Kembali

Ku sebut dalam hening malam ini

Aku ingin kuat Kembali…

Minggu, 28 Februari 2021

BERFIKIR KRITIS/CRITICAL THINKING

 

BERFIKIR KRITIS

 

Betapa banyak informasi yang bisa kita dapatkan di zaman seperti sekarang ini semakin canggih zaman semakin mudah kita mendapatkan informasi, sometimes itu bagus tapi tak jarang juga dari berita-berita itu memunculkan konflik baru. Masyarakat kita terlalu sibuk memusatkan perhatiannya untuk konflik-konflik yang gak bermanfaat, seperti perseteruannya selebriti A dengan selebriti B, kasus rumah tangga si C dan D masih banyak lagi konflik-konflik unfaedah lainnya. ya mungkin kita bisa belajar dari sana kita bisa mengambil hikmahnya. Terkadang juga apa yang kita lihat dan dengar bisa saja, jangan sampai kita jadi terprovokasi. Nah untuk mengatasi hal ini diperlukannya berfikir kritis atau critical thinking.

Apa itu critical thinking? Critical thinking is the ability to engage in reflective and independent thinking, and being able to clearly and rationally.

Berfikir kritis adalah kemampuan yang dapat mengembangkan kualitas diri dan kemampuan untuk tidak gampang terprovokasi. Di era 4.0 ini kemampuan berfikir kritis sangat amat dibutuhkan. Dengan berfikir kritis kita bisa berfikir dengan jernih tanpa bias or judgement.

Cara melatih untuk berfikir kritis ialah jangan pernah puas dengan hanya menemukan satu jawaban. Lihatlah dari sudut pandang yang berbeda, munculkan pertanyaan mengapa didalam kita menyikapi berita. Pahami dari segi psikologis juga, keinginan untuk mengetahui, suatu pencarian kebenaran yang mendalam dan tulus. Berfikir kritis harus  selalu dilatih terus menerus.

 

 

Minggu, 11 Oktober 2020

Kemajuan atau Kemunduran?

 

Penaklukan dan kejayaan sains, seperti halnya perang, berujung pada kehancuran dan kesia-siaan, kesedihan dan penderitaan yang tak bisa diobati. Perluasan eksplorasi sains yang demikian luasnya ke dalam segala aspek kehidupan material telah memungkinkan kehidupan menusia mengalami lompatan besar ke depan. Tapi tatkala para ilmuan sains sibuk menyibak segala kekuatan alam dan menyalurkan penemuan-penemuan mereka ke dalam industri-industri teknologi, ternyata mereka justru gagal menyadari bahwa sebenarnya mereka hanya menduduki satu sudut dari sebuah laboratorium kehidupan.

Penyempurnaan sains material tidak diikuti dengan peningkatan wawasan etika yang mandalam. Kenyataannya, dua bidang ini berjalan di alur yang berbeda. Demikian berbedanya sehingga kemajuan di salah satu bidang justru dapat menyebabkan kemunduran di bidang yang lain.
            seorang guru, besar berkebangsaaan Eropa berbicara dalam sebuah konferensi sains yang diselenggarakan di Tehran, di mana ia mengatakan, “Dalam bidang moral, Barat iri kepada Timur. Karena prestasi moral Timur lebih kaya dan lebih baik daripada Barat. Sementara Timur mengambil manfaat dari sains dan industri Barat, Barat pun perlu mengambil manfaat dari prestasi etika Timur.”

Kita terlalu terpesona dengan kemajuan yang disajikan Barat, sehingga tanpa disadari kita mengopi semuanya termasuk etika. Dan yang lebih celakanya lagi kita merasa bahwa etika bangsa sendiri kita anggap kuno. Sadarkah kita?

Sepertinya sudah tiba zamannya, Ketika kita kini menemukan begitu banyak orang yang pandai sekali berbicara, tetapi tidak dapat merealisasikan apa yang ia bicarakan. Begitu pula dengan pemimpin negeri ini, Ketika uang menjadikannya pesuruh tanpa pikir panjang melakukan apa yang diminta. Miris sekali, andai kita selalu paham bahwa hidup kita bukan hanya di dunia saja, jabatan kita, amanah yang Allah SWT beri pada kita semua itu dimintai pertanggungjawabannya saat kita telah pindah ke negeri Akhirat.

Melihat mata rakyat yang berusaha bertahan hidup membuatku tak sanggup melihat kerasnya zaman ini. Kutemui pedagang kerupuk ikan di lampu merah menjual dagangannya dengan senyum manis dan kulit yang terbakar matahari. Aku heran banyak mobil mewah yang melintas motor kinclong pun banyak mengapa tak ada yang membeli? Walaupun uang di dompet tinggal Rp. 15.000. kumohon belilah dagangan itu. Jika aparatur negeri ini tak memperhatikan usaha mereka. Minimal kita sajalah yang bergerak membantu. Apa salahnya membeli semampu kita. Bukankah hikmah dari wabah ini adalah sedikit tapi berkah. Mereka tak minta banyak padahal.

Entahlah dunia memang sudah terlalu tua untuk bertahan. Kejujuran dan ketulusan sudah ditutupi dengan keberadaan uang. Padahal uang hanya alat. Coba rehat sebentar. Jangan kebanyakan mikir uang sendiri. Kembalilah ke garis kita yang semestinya mundur beberapa langkah dan belok ke kanan. Dunia masih bisa lebih indah lagi. Saat kita ikhlas menerima apapun bentuk kedzaliman. Karena kita punya Alllah SWT saat kita bergantung padaNya. Bahkan mati pun kita akan mendapat senyuman para malaikat yang kemudian berkata “selamat datang di Syurga Allah SWT ini balasan atas keikhlasanmu saat di dunia”.

 

Sabtu, 08 Agustus 2020

Cara Memurnikan Niat Hanya Untuk ALLAH SWT

 Memurnikan niat hanya untuk Allah SWT

“Sesungguhnya amal-amal itu hanya dengan niat, seseorang akan mendapatkan sesuai dengan niatnya”. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Pernah gak sih ketika kita sudah memiliki niat yang baik seringkali terpengaruh oleh stimulus-stimulus luar (bisa dari teman, saudara, orang tua bahkan tetangga)? Gimana sih caranya supaya kita bisa memurnikan niat semata-mata hanya karena Allah SWT?. Sebelumnya kita harus tahu dulu niat itu letaknya dimana. Niat terletak di hati kita. Hati kita mudah sekali untuk berbolak-balik. Kadang bisa fokus istiqomah kadang malah gak fokus, Unstabil. Terus gimana dong? Mari kita analisa apa penyebab hati kita bisa berbolak-balik, alasannya karena hati kita ini bisa kotor. Hati yang kotor itu maksudnya hati yang terdapat sifat iri dan riya’.  Agar kita bisa memurnikan hati kita. Maka First Step-nya adalah bersihkan hati kita dulu.

Membersihkan hati dengan memperbanyak ilmu, memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan baik ilmu Agama dan ilmu umum. Gunanya agar kita bisa langsung dapat Signal nih kalau hati kita sedang kotor dan perlu untuk dibersihkan. Kenali penyebabnya!

Kemudian, mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan berdo’a dan ikhtiar. Kebanyakan kita kan usaha iya, tapi setelah Allah beri apa yang kita mau, kita malah merasa itu hasil jerih payah kita. Padahal segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT.

Setelah itu, memperbanyak membaca Alqur’an. Segala penyakit itu obatnya adalah Alqur’an. Mulai deh kita sering-sering buka Alqur’an. Selain bisa menenangkan juga dapat membuat otak kita cerdas. Selain membaca ayatnya kita juga hendaknya mentadaburi makna yang terkandung dalam Alqur’an. Jika kita lakukan hal ini. Maka akan kita temukan kebesaran-kebesaran Allah SWT. Membuat kita makin takjub dan cinta kepada Allah SWT.

Shalat malam, bangunlah sepertiga malam terakhir, curahkan apa yang ingin kita adukan sama Allah SWT. Karena waktu itu adalah waktu yang istimewa, istilahnya waktu itu adalah waktu privat kita sama Allah SWT. Disaat itu pula Allah turun melihat ke bumi siapa hamba-hambaNYA yang bangun dan bermunajat kepadaNYA.

Dzikir, perbanyak mengingat Allah SWT dalam situasi apapun. Maka Allah akan menolong kita dengan caraNya yang tak diduga-duga. Selain dapat membersihkan hati kita juga dapat memiliki koneksi yang sangat dekat dengan Allah SWT.

Berkumpul dengan orang shalih/shalihah, filosofinya seperti jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan ketularan wanginya. Begitu juga dengan berteman dengan orang-orang shalih/shalihah, maka kita akan ketularan shalih/shalihahnya. Tapi jangan menutup diri untuk berteman dengan siapapun, semua manusia itu baik, maka bantulah mereka jika mereka salah langkah. jadilah teman yang membawa kebaikan. Wallahua’alam.

Rabu, 05 Agustus 2020

Perbaiki Niat

 

“Perbaiki niatmu wi”. Kalimat itu yang selalu aku ingatkan ke diri aku. Mengapa? Sebabnya sekarang aku sedang dalam fase menginginkan kemuliaan yang di dapatkan oleh temanku (iri). Ia menjadi mahasiswa yang sukses mendirikan Lembaganya sendiri dan mendapatkan IPK tertinggi di jurusannya. Kalau aku kurang lebih lah, hehe. Alhamdulillah IPK-ku tinggi juga walau di urutan kedua atau ketiga. Aku gak tau pasti. Alhamdulillah juga aku mendirikan Lembaga pendidikan nonformal dirumah. Dan ini masalahnya, setelah aku merefleksikan diriku sendiri ada hal yang salah dalam diri ini. Sekali lagi, “perbaiki niatmu wi!”.

Temanku diakui kecerdasaan dan karyanya di kampusku, sedang aku tidak. Tidak ada kemuliaan yang aku dapatkan saat aku Kembali mengunjungi kampusku. Aku seperti mahasiswa biasa di mata orang-orang. Dan hal inilah yang membuatku merasa perjuanganku sepertinya kurang memuaskan. Padahal untuk apa aku merasa begitu. Sekarang aku tanya pada hatiku sebenarnya aku berjuang ini untuk diakui manusia atau cukup diakui Allah SWT. Aku ini sibuk mendramatisir penilaian manusia bukannya mengutamakan penilaian Allah SWT, padahal sering aku memposting sebaik-baiknya penilaian adalah penilaian Allah SWT. Aku seperti ketampar kali ini. Kenapa aku sibuk mencari pengakuan orang lain, seharusnya aku lakukan saja apa yang mungkin bisa aku kontribusikan. Keep practice aja!.

“Capekkan wi?” kata itu sekarang malah menertawakanku. Lah wong udah tau gimana rasanya, masih aja iri. Penyakit hati yang satu ini memang mengerikan. Ia mampu mengikis iman bahkan mampu mengubah Haluan seseorang. Hati memang harus dijaga kemurniaannya. Sekarang aku harus tawakkal, tekun, ikhtiar lagi. Meluruskan niat memang tidak gampang. Tapi harus diusahakan terus. Bahagiamu dikenal penduduk langit atau bahagiamu dikenal oleh penduduk bumi? Pilih wi!.

 


SILSILAH KETURUNAN RADEN

  SILSILAH KELUARGA   BUPATI I POERWOREJO menikah dengan anak dari RADEN TUMENGGUNG DIPODIRJO   Kemudian dikaruniai 7 orang anak I...